Tag Archive | "2016"

Trump dan Kekhawatiran Muslim-Amerika

Oleh: Herri Cahyadi, mahasiswa doktoral Istanbul University

Pemilu untuk memilih presiden ke-45 di Amerika Serikat (AS) telah berakhir. Donald Trump, yang pada awalnya dianggap sebagai guyonan dalam mengikuti proses kandidasi presidensial AS, berhasil membuat banyak orang syok. Trump menang setelah melewati ambang batas kemenangan electoral votes sebesar 270 dari 538. Beragam emosi menyambut kemenangan Trump, di mana mayoritas dunia nampaknya meratapi hasil ini dengan sentimen negatif. Termasuk respons dari komunitas Muslim di AS dan dunia yang relatif menyambutnya dengan pesimis, skeptis dan khawatir.

Kekhawatiran umat Islam di AS bukan tanpa alasan. Pasalnya, Trump memunculkan isu radikal dan kontroversial yang menjadi perbincangan hangat di dunia. Selepas aksi teror di Paris, 13 November 2015, Trump mengeluarkan pernyataan pelarangan total sementara bagi Muslim untuk memasuki AS. Selain itu, Trump juga pernah menyatakan, “I think Islam hates us.” Berbeda dengan Hillary Clinton yang mencoba meraup simpati dari komunitas Muslim, Trump justru mengambil jarak memusuhi dan mengumbarnya di media. Tentu ini menjadi isu yang viral dan membangkitkan semangat bigotry dari kelompok rasis dan Islamofobik. Sangatlah wajar jika respons komunitas Muslim adalah kesedihan dan kekhawatiran.

Namun, setidaknya masih ada beberapa hal yang bisa mereduksi kekhawatiran tersebut. Pertama, Amerika Serikat adalah negara demokrasi yang sangat matang di mana sistem pemerintahannya tidak berdiri sendiri di atas kaki perorangan. Semua keputusan akan dibagi dengan legislatif. Tidak semua materi kampanye Trump, termasuk yang dianggap rasial dan xenofobik, akan mudah menjadi kebijakan pemerintah. Ada check and balance di dalam sistem demokrasi. Kebijakan yang salah justru berpotensi menjatuhkan popularitas Trump. Selain itu, nilai kebebasan individu yang dianut oleh AS menjadi jaminan yang dilindungi konstitusi. Jika bigotry datang dari masyarakat AS sendiri, maka itu menjadi PR bagi pemerintahan Trump dan khususnya nilai-nilai kebebasan AS sebagai sebuah negara demokratis. Komunitas Muslim justru harus berhenti bermain playing victims dan merespons retorika anti-Muslim dengan bijak. AS dengan sistem demokrasi dan nilai kebebasan sipil yang dianut justru menjadi celah yang positif bagi Muslim-Amerika untuk menuntut hak-hak sebagai warga negara.

Kedua, kita bisa meyakini bahwa semua isu kontroversial yang dilontarkan Trump adalah cara dia merebut simpati dan memberi kesan tampak berbeda dari rivalnya. Trump terbukti berhasil menjadi brand politik baru yang jenuh terhadap kebijakan populis-retoris Obama dan Demokrat. Dengan kata lain, isu tersebut hanya permainan Trump. Kita bisa melihat dari inkonsistensi dia ketika berbicara mengenai isu imigran dan larangan total Muslim untuk masuk AS. Rentang dua bulan sebelum pemilu, ia meralat pernyataannya dengan isu yang lebih lunak dibandingkan sebelumnya. Tidak hanya itu, strategi komunikasi ini diprediksi telah dimainkan semenjak 2011, di mana dia sering memuat pernyataan kontroversial yang memancing perhatian media. Contohnya ketika ia meragukan akta lahir dan status agama Obama. Analis media, Alan Fisher, menyebut Trump telah bermain di media dengan level yang lebih tinggi; melakukan “perang” terhadap media itu sendiri. Trump memilih untuk menjadi musuh media, sehingga media terus melakukan pembusukan terhadap dirinya. Dengan tingkat melek media masyarakat AS yang tinggi, justru masyarakat tidak lagi percaya dengan mudah media mainstream. Akhirnya, buruk atau baik, Trump selalu ada di kanal-kanal televisi, berita, liputan, maupun meme sarkas. Amy Goodman, dari Democracy Now, menyebutnya dengan Trump Land.

Ketiga, mayoritas kampanye Trump berfokus pada isu dalam negeri seperti sekuriti, imigrasi, subsidi, pajak, kesehatan, dsb. Meski pada level pernyataan politik, kedua kandidat relatif memiliki perspektif yang sama dalam menangani permasalahan sekuriti global; yaitu pendekatan militer. Dalam kasus Palestina pun keduanya tidak ragu untuk mendukung eksistensi Israel. Namun, setidaknya, pengalaman menunjukkan bahwa Hillary disebut lebih suka berperang—sampai di sini kedua kandidat adalah mimpi buruk bagi Dunia Islam. Ketika diadu dengan retorika Trump, kemungkinan besar ia akan berfokus pada isu dalam negeri seperti yang selama ini ia kampanyekan—meski dengan cara yang radikal sekalipun. Di beberapa respons Muslim-Amerika menyebutkan dengan hasil pemilu seperti ini, mereka siap menanggung beban Islamofobia, selama Muslim lain di dunia tidak diganggu oleh Trump. Artinya, satu permasalahan dunia Islam (baca: AS) telah terlokalisasi. Muslim di luar AS tidak perlu khawatir berlebihan dan mulai fokus untuk memberikan solusi bagi Muslim-Amerika di sana. Tentu ini simplifikasi yang debatable, selama Trump bisa merealisasikan programnya yang fokus pada isu domestik.

Ketiga hal tersebut bisa jadi awal diskursus yang menarik dalam rangka mencari solusi bagi keamanan komunitas Muslim-Amerika. Tidak hanya merespons sesuatu dengan kesedihan dan kekhawatiran, namun juga dengan sesuatu yang membangkitkan harapan. Masih ada harapan bagi komunitas Muslim untuk menjadi bagian dari dunia yang damai dan menunjukkan karakter Islam yang rahmatan lil’alamin. Merespons bigotry dengan bijak dan tenang.

Reaksi yang berlebihan justru menyulut sumbu-sumbu yang telah ditebar Trump beserta bigot lainnya. Ini ibarat bandul yang bergerak dari ekstrim kiri ke ekstrim kanan. Dengan reaksi yang hiperaktif dan playing victims, justru menjadi pembenaran dari retorika yang dimainkan Trump; Muslim perlu dikontrol. Bahkan, lebih jauh bisa menyulut respons yang tidak diinginkan seperti hate crime. Benar bahwa komunitas Muslim-Amerika mengalami sentimen agama yang begitu keras pasca kampanye Trump. Namun, sikap tidak mudah reaktif dan memahami posisi dia sebagai seorang yang mencari perhatian dan yang memainkan kartu pencitraan, perlu ditingkatkan. Ini semata-mata untuk tidak terjebak dalam permainan Trump Land.

Artikel asli ada di Republika: klik.

Posted in KolomComments (0)

Tips Untuk Yang Lolos Beasiswa YTB

Pertama-tama, kami mengucapkan selamat kepada kalian yang lolos beasiswa YTB. Dari puluhan ribu orang dan persaingan ratusan calon awardee di Indonesia, kalianlah yang diterima dengan berbagai pertimbangan. sekali lagi, selamat!

Nah, di sini kami coba untuk memberikan tips apa yang harus kamu lakukan setelah mendapatkan Kabul Mektubu (Offer of Scholarship).

  1. Yang pertama kali harus kamu lakukan setelah mendapatkan Kabul Mektubu, tentu sujud syukur! Hehe. Ini serius, karena tidak semua orang mendapatkan email ini. Kamu adalah orang beruntung yang diberikan kesempatan untuk belajar di Turki dengan beasiswa penuh dari pemerintah Turki. Oleh sebab itu, ini wajib kamu lakukan pertama kali.
  2. Baca dengan teliti keterangan yang ada di Kabul Mektubu. Biasanya akan diberikan dua bahasa; pertama bahasa Turki, kedua bahasa Inggris. Nah, baca dengan teliti yang berbahasa Inggris. Terutama bagian 1) Departemen dan jurusan kamu 2) Bahasa pengantar yang digunakan 3) Jadwal ke Kedubes dan pembuatan visa, pasti ada tanggal yang diberikan 4) Dokumen yang wajib kamu bawa saat ke Kedubes Turki di Jakarta, jangan sampai terlupa terutama untuk kamu yang tinggal di luar Jakarta 5) Proses berikutnya setelah kamu datang ke Kedubes,
  3. Untuk yang belum pernah ke luar negeri, biasanya belum memiliki paspor. Perlu kamu ketahui, paspor ini wajib untuk dimiliki dan untuk buatnya kamu yang sendiri yang urus. Biaya tidak ditanggung oleh YTB. Proses pembuatan biasanya 5 hari kerja dengan biaya sekitar Rp. 280 ribu. Kalau nanti ditanya oleh petugas imigrasi untuk apa membuat paspor, bilang saja untuk kuliah di luar negeri.
  4. Normalnya, mayoritas bahasa pengantar yang digunakan oleh perguruan tinggi di Turki adalah bahasa Turki. Sekalipun kamu ditempatkan di kampus yang berbahasa Inggris, kemampuan bahasa Turkimu tetap harus dimiliki. Oleh sebab itu, tahun pertama kamu akan mengikuti kelas bahasa di kota masing-masing. Kalau ada yang tidak terima atau tidak sreg dengan bahasa Turki, kami sarankan agar dari awal sudah memikirkan matang-matang mengenai kuliah di Turki, karena kamu akan kesulitan untuk adaptasi di Turki kalau tidak bisa bahasa mereka. Dan kebanyakan akan menyerah. So, kalau ga siap untuk belajar bahasa Turki, lebih baik dari awal dipikirkan matang-matang.
  5. Sebelum mengklik “accept” this scholarship, lebih baik kamu pikirkan matang-matang dan melakukan riset kecil-kecilan di internet mengenai kampus dan jurusan yang akan kamu masuki. Mayoritas informasi yang ada dalam bahasa Turki. Tenang, kamu bisa tanya ke mereka yang sedang belajar di Turki. Tipsnya: jangan langsung percaya apa yang ada di internet, karena tidak selamanya sesuai dengan pengalaman. Ini juga penting; pastikan kamu komitmen untuk kuliah menggunakan beasiswa ini, sebab kalau main-main akan berdampak pada pemotongan kuota untuk penerima beasiswa berikutnya. Ini tentu merugikan mereka yang serius hendak belajar di Turki.
  6. Datanglah pada waktu yang telah ditentukan dalam Kabul Mektubu. Misal, kamu diminta datang untuk verifikasi berkas pada tanggal 9 – 25 September 2016, maka datangnlah di antara tanggal tersebut karena ofisial Kedubes hanya akan stand by pada tanggal sekian. Bagaimanapun caranya jangan sampai terkendala. In case ada kendala teknis yang membuat kamu tidak bisa datang pada tanggal tersebut, segera komunikasikan dengan pihak ofisial Kedubes.
  7. Selain proses verifikasi, kamu juga akan mengajukan student visa 365 hari. Sebelum nanti mendapatkan residence permit (izin tinggal), visa student itulah yang akan kamu gunakan untuk masuk-keluar Turki dengan masa berlaku 365 hari (1 tahun). Dalam masa itu, yakni sekitar 1-3 bulan setelah kedatangan, kamu akan melakukan apply residence permit ke instansi terkait. Proses untuk mendapatkannya sekitar 1-3 bulan. Biaya untuk aplikasi student visa sekitar Rp. 750rb. Selain itu, nanti akan ada biaya legalisasi dokumen di Kedubes sekitar Rp. 350rb untuk 5-6 lembar dokumen. So, dipersiapkan sejumlah uang untuk di Kedubes Turki nanti ya.
  8. Dokumen yang kamu bawa harus dalam bahasa Inggris. Jika sudah ada terjemahan dari kampus atau sekolah, itu tidak perlu lagi diterjemahkan. Kalau belum, kamu harus menerjemahkannya menggunakan penerjemah tersumpah. Sworn translator ini bisa kamu temukan di banyak tempat; ada juga yang online. Harganya juga bervariatif dari mulai Rp. 30ribu sampai Rp. 75rb perlembar. Tapi normalnya Rp. 50rb/lembar. Kalau sekolah atau kampus kamu bisa mengusahakan agar membantu menerjemahkan, itu lebih bagus. Gratis, hehe. Kalau untuk terjemahan Turki, nanti setelah tiba di Turki sebelum pendaftaran ke kampus, kamu akan diminta untuk menerjemahkan seluruh dokumen kamu seperti ijasah, transkrip, paspor, dll yang diminta ke bahasa Turki menggunakan penerjemah tersumpah. Bahkan ada beberapa kampus yang meminta agar disegel notaris. Sebenarnya tanpa notaris pun tidak perlu. Tapi ada beberapa kampus yang menyaratkan agar menggunakan notaris. Ingat ya, notaris ini bukan untuk menerjemahkan, tapi mereka melegalisasi terjemahan kamu menjadi resmi. Itu saja.

Update: 16 September 2016.

Posted in BeasiswaComments (17)

Fakta Tentang Beasiswa Turki (YTB) Tahun 2016

Sebagaimana telah kita ketahui bahwa Turki terus meningkatkan kualitas dan kuantitas dari beasiswa pemerintah Türkiye Bursları dari tahun ke tahun. Untuk tahun ajaran 2016-2017, YTB menerima setidaknya 92.780 aplikasi dari 170 negara di dunia. Dari jumlah tersebut, sekitar 10.000 kandidat mengikuti proses interview di lebih dari 100 negara secara tatap muka langsung. Sekitar 4000 orang diterima sebagai calon mahasiswa baru di kampus-kampus ternama di seluruh kota di Turki.

Kalau ada nama kalian di antaranya, selamat! Selamat datang di negeri para Sultan. Kalau namanu belum ada, jangan berkecil hati, YTB buka setiap tahun dan tidak ada batasan kesempatan untuk ikut mendaftar. Artinya kamu masih bisa ikutan lagi. Tentu dengan perbaikan dalam aplikasi yang kamu kirim di tahun lalu.

Adakah yang butuh bantuan untuk kepengurusan keberangkatan dari Indonesia ke Turki? Sila untuk menghubungi kami. Kami akan sangat senang untuk membantu kalian.

Posted in BeasiswaComments (32)

Turki Amankah Untuk Belajar? Tanya Kami Di sini! :)

Banyaknya pemberitaan negatif mengenai kondisi di Turki tentu membuat orang tua calon mahasiswa yang hendak belajar ke Turki menjadi was-was. Hal ini wajar terjadi mengingat mereka tentu menginginkan anak-anaknya belajar dengan tenang di tempat yang aman. Ketika anak-anak mereka sangat ingin kuliah di Turki, lalu mendengar berita negatif mengenai Turki, timbullah keraguan dan halangan perizinan ke Turki. Di sinilah pentingnya agar kita semua, termasuk para orang tua, memahami apakah benar Turki aman untuk kuliah?

Dalam postingan ini, kami akan menjawab secara singkat bahwa Turki sangat aman untuk pelajar asing. Bahkan, saat ini mulai banyak kampus-kampus di Turki yang mulai menerapkan kelas internasional, maksudnya murni berbahasa Inggris, dalam pengantar perkuliahan. Seperti yang sering kami sebutkan bahwa pada dasarnya mayoritas kampus di Turki menggunakan bahasa Turki sebagai pengantar. Itulah sebabnya dalam setahun pertama di Turki, mahasiswa baru akan mendapatkan pelajaran mengenai bahasa Turki. Setelah itu baru perkuliahan normal. Meski demikian, ada juga kampus yang dari awal menggunakan bahasa Inggris. Anyway, ini berarti Turki semakin welcome dengan mahasiswa asing. Tentu saja, keamanan dan kenyamanan adalah sumber keuntungan bagi Turki karena akan mendatangkan persepsi baik dan memancing orang agar terus datang ke Turki. Sebab itu, pemerintah Turki sangat peduli akan hal ini.

Memang tidak dapat dipungkiri bahwa persoalan internal di Turki seperti politik, ekonomi, keamanan pasti mempengaruhi kehidupan sosial, termasuk kehidupan perkuliahan. Tapi secara umum, tidak berdampak langsung ke perkuliahan itu sendiri. Perkuliahan dan mahasiswa asing mendapatkan dampak tidak langsung seperti rasa was-was dan tidak aman. Itulah sebenarnya yang diinginkan oleh orang-orang yang tidak suka Turki, yaitu agar orang takut ke Turki dan membuat perekonomian kacau-balau. Kondisi ini juga banyak di pelbagai negara, misalnya Eropa dan Amerika. Meski dalam kasus yang berbeda, persoalan keamanan juga terjadi di sana, seperti masalah penembakan, terorisme, dsb. Jadi di semua tempat persoalan juga pasti ada. Tinggal bagaimana kita menyikapi persoalan tersebut.

Nah, sekarang di postingan ini, kami membuak kesempatan kepada kalian semua untuk bertanya apapun terkait keamanan di Turki. Seperti apakah ada rasisme, persoalan pelajar, kehidupan pelajar bagaimana, dsb? Silakan! Kami akan jawa semampunya. 🙂

Posted in Tentang TurkiComments (33)

Untuk Yang Lolos Jadwal Interview: Selamat!

Kami mengucapkan selamat kepada kalian yang lolos jadwal interview. Semoga bisa dipersiapkan dengan baik.

Kalau ada pertanyaan seputar trik, dokumen, dsb mengenai interview, bisa kalian tanyakan di postingan ini ya. Semoga kamu bisa membantu semaksimal mungkin.

Sekali lagi, semangat dan dipersiapkan segalanya!

Posted in BeasiswaComments (73)

Türkiye Bursları (Application and FAQ) by Asma Hanifah

Hai, yang sedang berjuang mengisi aplikasi atau bahkan mungkin baru tahu mengenai beasiswa Pemerintah Turki (YTB), berikut ada postingan paling gresh dari Asma Hanifah tentang bagaimana daftarnya dan tentu FAQ. Meski sudah sering kali kami jawab pertanyaan yang sama, tapi insyaAllah kami ga bosan ngejawab, demi kalian. Ya, kalian! :p

Oke, langsung aja dibaca full ya. Kalau belum ada pertanyaan di sini, kalian segera meluncur ke Update Pertanyaan 2016. Jangan lupa juga untuk mampir dan baca-baca ke blog pribadi Asma Hanifah yang kece badai.  Semoga bermanfaat, iyi basarılar!


 

Günaydın. Herkese selamlar 🙂

By the way, pendaftaran Turkiye Burslari (YTB) sudah dibuka sejak beberapa hari lalu (29 Februari 2016). Mungkin beberapa dari kalian sudah mulai mendaftar, ya? Atau masih ada yang masih berjuang melengkapi berkas?. Untuk yang sedang berusaha apply, semoga terus diberi kelancaran, ya sampai application-nya berhasil di-submit. Dan untuk yang masih kesana-sini mengurus kelengkapan berkas, jangan khawatir, masih ada banyak waktu.

Well, sudah sejak lama YTB melakukan perbaikan terus-menerus di website. Terbukti dengan pendaftaran yang benar-benar berbeda pada tahun ini jika dibedakan dengan tahun 2014, ketika aku mendaftar.

Pada tahun ini, di website tidak terdapat pilihan “APPLY” atau “Başvuru Yap”, tapi application dilakukan dengan meng-klik “Student Sign-In” pada deretan pilihan di bagian bawah. Jika kalian merasa bingung karena website berbahasa Turki, bahasa bisa dirubah ke bahasa Inggris dengan meng-klik bendera United Kingdom di pojok kanan atas.

başvuru
Setelah meng-klik “Student Sign-In“,
nm
Klik Register jika kalian belum pernah membuat akun ini sebelumnya. And what you’ll see is..
dJika kalian tidak bisa melihat dengan jelas tulisan-tulisan pada gambar diatas, disana ada Name, Middle Name, Surname, Gender, Nationality/Citizenship, Email, Password, dan Verification Code. Semua kolom wajib diisi kecuali bagian Middle Name. Jika nama kalian hanya memiliki satu kata, misal: Hartina (that’s my high school friend’s name anyway), kalian harus mengisi kolom Surname masih dengan nama kalian (Hartina Hartina) atau tulis nama ayah kalian (Hartina Imran).

Banyak sekali yang menanyakan soal permasalahan kepenulisan Name dan Surname ini. Tahun 2014, aku diberitahu untuk menulis ke-tiga kolom nama. Karena namaku hanya dua kata (Asma Hanifah), aku juga bingung bagaimana mengisi kolom surname dan seorang guru bilang, isi saja dengan nama ayah, dan namaku disini sekarang adalah Asma Hanifah Ahmad.

Nama di ijazah SMA kamu kan Asma Hanifah, apa ngga akan jadi masalah?
Pasti, kemungkinan akan terjadi masalah karena perbedaan nama ini pasti ada. Tapi untungnya, sampai sekarang, tidak ada masalah yang aku hadapi karena nama belakang. Dan semoga saja tidak sampai kelulusan nanti (Aaaamiiiin..)

Well, I talked much about name. So, let’s continue.
Untuk email, kamu boleh menggunakan email apa saja (Yahoo, Rocketmail, dsb), tapi dianjurkan untuk menggunakan Gmail dengan alasan yang aku tidak mengerti (sorry for that). Sama seperti dianjurkan untuk menggunakan Google Chrome untuk apply dengan alasan bahwa doi adalah browser terbaik dunia untuk saat ini.

Setelah selesai mengisi form di atas, kalian akan diminta untuk mengaktifkan akun lewat email yang langsung terkirim ke email kalianJadi pastikan kalau email yang kalian gunakan adalah email aktif (masih kalian gunakan atau tidak lupa password-nya)

th

Jadi, namaku disini adalah Alyana Hanifah. Walaupun form yang kalian gunakan adalah form Bahasa Inggris, email yang terkirim akan berbahasa Turki seperti di atas. Disana tertulis ucapan terima kasih karena telah memilih Türkiye Bursları, disarankan untuk membaca panduan mendaftar (Başvuru Kılavuz, ada di halaman depan website), dan untuk menyelesaikan proses pendaftaran, kalian harus meng-klik tıklayınız (EN: click here).

Selah itu, kalian akan log in ke dalam sistem  dengan email dan password yang tadi kalian tulis. Dan nantinya, akan tampak seperti halaman di bawah:

hdKalian harus mengisi semua yang ada di atas untuk bisa Submit. Tentu saja.

Seringkali terjadi kesulitan ketika mengunggah gambar. Jangan khawatir dan buru-buru, hal itu biasa terjadi karena beasiswa ini ditawarkan ke lebih dari 100 negara. Jadi ada ribuan orang yang mendaftar dan karena itu sistem kadang bermasalah. Tapi apapun itu, kalian jangan menyerah. Kalian bisa melengkapi bagian yang lain dan melanjutkannya lagi nanti.

Saatnya FAQ..
Sebagai penerima beasiswa YTB, secara tidak langsung kami adalah duta merka untuk menjawab banyak sekali pertanyaan teknis dan non-teknis mengenai beasiswa ini. Dan di antaranya adalah sebagai berikut. Semoga bisa menjawab pertanyaan kalian juga, ya

  1. Asma dari mana bisa tahu soal beasiswa Turki? Browsing sendiri apa udah punya channel disana apa gimana?
    Aku tahu soal beasiswa ini dari seorang guru yang waktu itu mengumpulkan seluruh siswa kelas 12 dan kemudian memberitahukan soal beasiswa ini (baca: You’ll Find The Way). Channel yang aku punya adalah kakak-kakak senior yang terus membantu menjawab pertanyaan hingga akhirnya kami tiba di Turki dan masih terus membantu hingga sekarang.
  2. Kamu pilih jurusan apa disana? Dan kenapa milih jurusan itu?
    Alhamdulillah aku disini kuliah S1 jurusan Jurnalistik di Istanbul University. Kuliahnya full Turkish. Susah? I’d frankly say YES. Tapi disitulah letak berjuangnya. Kalau banyak baca, menulis, banyak praktek bahasa, dan bertanya, semakin lama akan semakin baik.
    Kenapa Jurnalistik? Karena waktu itu aku sudah memilih Islamic Theology karena aku sekolah di pesantren waktu itu. Tapi entah apa masalahnya waktu itu tidak bisa submit dan Abi yang memang dari awal tidak setuju aku memilih Islamic Theoloy dengan alasan “Udah ke Turki, sekalian aja yang sosial..” akhirnya menyarankan Journalism dan voila.
  3. Ada tes apa aja?
    Untuk beasiswa ini kamu hanya harus mengisi form pendaftaran yang di dalamnya kalian mengunggah transkip nilai, sertifikat prestasi akademik, menulis esai, dan sebagainya. Kurang lebih satu bulan kemudian, kamu akan mendapat email pemberitahuan apakah berkas kamu diterima atau tidak. Jika diterima, akan langsung mendapat undangan wawancara di Kedubes Turki di Jakarta. Setelah itu barulah keputusan akhir apakah kamu diterima atau tidak.
  4. Apa aja yang ditanya pas wawancara?
    Biasanya akan ada tiga orang interviewer. Mereka akan bertanya soal diri kita, hobi, minat dan sebagainya. Lalu alasan memilih Turki, apakah apply ke tempat lain selain ke Turki, rencana kedepannya, dan lain-lain yang semuanya tidak jauh berbeda dengan esai yang ada di application.
  5. Apa harus pinter bahasa Inggris?
    Menurutku, untuk esai soal gramatikal bukanlah hal utama yang mereka lihat. Intinya adalah mereka bisa langsung memahami apa yang kamu maksud dari esai kamu. Dan untuk wawancara juga begitu, persoalan gramatikal bukanlah yang utama. Yang terpenting adalah kalian mengerti apa yang mereka tanyakan, mampu menjawab dengan baik, dan mereka pun bisa puas dengan jawaban itu.
  6. Essay yang harus ditulis soal apa aja?
    Biasanya, pertanyannya menyangkut hal-hal berikut:
    – Kenapa kamu memilih untuk melanjutkan studi di Turki?
    – Alasan kamu memilih jurusan, apa hal penting dari jurusan itu dan hubungannya dengan sekolah atau pekerjaan kamu sekarang. Dan apa kontribusimu disana nanti.
    – Rencanamu setelah lulus
  7. Wajib punya TOEFL ya?
    Untuk hasil TOEFL dan sejenis, itu adalah optional. Boleh dilampirkan, boleh juga tidak. Tapi jika jurusan yang kalian ingin jurusan yang berbahasa Inggris, lebih baik dilampirkan.
  8. Untuk rata-rata nilai minimal berapa ya?
    70% dari 100 untuk rata-rata semester dan transkip keseluruhan. Dan 90% untuk jurusan kedokteran dan sejenis.
  9. Apa aja yang ditanggung beasiswa?
    Sudah aku tulis di postingan sebelumnya (Mari Bersiap)
  10. Apa ada jurusan keagamaan? Pakai bahasa apa?
    Ada. Islamic Theology atau Ilahiyyat. Di Turki belum ada penujurusan yang lebih spesifik untuk Tafsir Qur’an, Hadits dan sebagainya. Jurusan ini yang terbaik ada di Marmara University. Bahasa yang digunakan ada bahasa Turki, bahasa Inggris dan bahasa Arab, tergantung mata kuliahnya.
  11. Aku baru UN bulan April, sedangkan di application diminta ijazah. Itu gimana?
    Bisa menggunakan certificate of student status yaitu yang menerangkan bahwa kamu akan lulus pada bulan tersebut di tahun 2016. Ditanda tangani oleh kepala sekolah dan dibubuhi cap sekolah.
  12. Gimana cara bikin Cerficate of Student Status?
    We all know about this almost-knows-about-everything Uncle, right?. Yep! Uncle Google!
  13. Apakah transkip nilai dan ijazah harus diterjemah oleh penerjemah tersumpah?
    Ketika mendaftar, tidak perlu diterjemah oleh penerjemah tersumpah. Kalau sekolah tidak memfasilitasi untuk membuat trankip bahasa Inggris, kamu cukup membuat sendiri dan minta disahkan kepada sekolah. (baca: Mari Bersiap)
    Barulah ketika nanti mengurus visa, kamu perlu berkas yang diterjemahkan oleh sworn translator.
  14. Tips memilih jurusan dong
    Jangan memilih jurusan berdasarkan peluang yang ada. Beberapa pernah ada yang bertanya “jurusan apa yang paling mudah untuk diterima”. Jujur saja aku tidak menyukai pertanyaan sejenis itu. Seolah ingin kuliah dengan jurusan apapun, asalkan itu di Turki (what?). Lebih baik pilih jurusan yang sesuai dengan minat dan kemampuan.
    Ada yang bilang bahwa lebih mudah untuk diterima di universitas di kota-kota kecil seperti Sakarya, Kocaeli, Yalova, dsb. Tapi kamu akan memilih 12 pilihan. Pilih saja beberapa di kota besar. Kemungkinannya tetap 50:50.
  15. Apa bisa banting setir pas milih jurusan? Misalnya dari IPA ke keagamaan
    Selalu ada kemungkinan untuk itu. Misalnya, aku sekolah di pesantren. Tapi ketika disini, aku diterima di jurusan sosial. Atau ada lagi temanku yang belajar di jurusan IPA ketika SMA dan menerima jurusan Political Sciences disini. Padahal dia hanya memilih satu pilihan untuk itu dan 11 lainnya adalah jurusan teknik.
    Yang diperlukan adalah kamu meyakinkan mereka bahwa kamu pantas dan cocok dengan jurusan itu.
  16. Berapa uang yang diperlukan untuk berangkat ketika sudah diterima nanti?
    Waktu itu aku cuma membawa sekitar 3-4 juta rupiah. Cukup untuk satu bulan pertama ketika beasiswa memang belum diberikan. Keperluan awal yang penting adalah membeli nomor telepon, registrasi handphone, beli istanbulkart atau sejenis (kartu untuk hampir seluruh transportasi umum di Istanbul), mengurus ressident permit.
    İnşaallah aku akan menulis soal apa saja yang harus dipersiapkan ketika akan berangkat (terutama ke Istanbul).
  17. Apa monthly allowance yang dikasih cukup?
    Cukup. Walaupun misalnya biaya hidup di kota besar seperti Istanbul mahal, masih ada sisa untuk ditabung. Apalagi kalau kamu bukan shopaholic atau bookworm yang maunya beli dan beli lagi. Untuk kebutuhan standar tiap bulan adalah uang transport, makan siang, dan pulsa.

Baiklah, mungkin cuma ini yang bisa aku tulis. Ada banyak sekali blog senior yang menjelaskan dengan detail soal beasiswa ini. Yang diperlukan adalah keaktifan kita untuk MEMBACA sebelum BERTANYA. Jangan menjadi orang yang berpola pikir “kenapa membaca kalau bisa bertanya langsung?”. Jadilah pejuang beasiswa yang mandiri!

Kalau ada pertanyaan lain yang tidak ada jawabannya di atas atau di blog/website lain, just simply write it on the comment below 🙂

Thank you.
Teşekkürler.

Posted in Beasiswa, KolomComments (164)

Strategi Mengisi Aplikasi YTB 2016

Hai, para pejuang pencari beasiswa. Mungkin rasanya dagdigdug juga kali ya selama mengisi isian aplikasi. Kalau yang dokumennya lengkap dengan segudang nilai tinggi dan prestasi, mungkin merasa aman. Kalau yang pas-pasan, aduh, deg-degan mungkin. Yang penting jangan menyerah untuk mencoba, tidak ada salahnya. Karena sepanjang pengetahun mimin, YTB ini cukup misterius dalam penilaian penerima beasiswanya. Ada yang tidak lengkap, tapi bisa lolos. Ada yang super lengkap, eh ga lolos. So, faktor kedekatan dengan Allah SWT juga sangat menentukan, hehe..

Nah, mungkin di postingan ini pelan-pelan admin akan mencoba berbagi strategi bagaimana mengisi aplikasi YTB sesuai dengan pengalaman tahun-tahun sebelumnya..

TIPS #1 : Lengkapi Dokumen

Lengkapi dokumen sesuai yang diminta oleh YTB. Karena mereka punya perhitungan standar dari dokumen-dokumen tersebut. Misal, minimum total dokumen yang harus diisi sebesar 75%. Jadi kalau sudah terpenuhi dokumen sebanyak 75%, maka sudah bisa lolos aplikasinya. Lolos aplikasi ya, bukan interview. Maksudnya peluang untuk diinterview itu besar. Apalagi kalau mereka yang mengisi dokumen dengan lengkap dan komplit. Itu lebih bagus.

TIPS #2 : Isi Data Yang Benar

Jangan sampai salah isi atau memberikan keterangan yang tidak benar. Ini akan berdampak ke belakang jika ternyata ada salah isi atau ketidakcocokan data antara yang diupload dengan yang asli. Untuk itu, berhati-hatilah dalam mengisi segala macam isian. Isi sejujur-jujurnya.

TIPS #3 : Informasi Keluarga

Family information itu penting. Nampaknya, YTB juga melihat latar belakang keluarga calon penerima beasiswa. Bisa jadi mereka yang berasal dari keluarga kaya raya tidak akan diperhitungkan sebagai penerima beasiswa ini. Logikanya kalau mereka mampu, kenapa harus pakai beasiswa. Jadi, isilah dengan seksama bagian ini.

TIPS #4 : Pilih Kampus

Pilih kampus yang relevan dengan jurusan sebelumnya. Juga, pilih kampus yang tidak berasal dari kota besar seperti Istanbul, Ankara, Izmir. Ini sebenarnya masalah strategi, karena semakin banyak memilih ke kota tersebut, semakin berat kompetisinya dengan pelajar dari negara lain. Ini sebenarnya hanya prediksi saja, namun prediksi yang strategis. Tapi kalau yakin punya kelebihan untuk bersaing, jangan takut untuk memilih kota besar.

TIPS #5 : Pilih Jurusan

Benar kita bisa memilih hingga 12 kampus dan jurusan. Namun, tetap perhatikan bahwa yang kita pilih itu sesuai dengan latar belakang pendidikan agar linier. Kalau yang tidak linier, peluang untuk diterimanya kecil, meski tidak ada halangan untuk memilih. Namun, memilih jurusan yang sesuai itu lebih berpeluang lanjut ke interview.

TIPS #6 : Mengisi LOI

Dalam mengisi LOI, hal yang harus diperhatikan adalah ISILAH SESUAI YANG DIMINTA dalam pertanyaan LOI. Jangan bertele-tele, tapi detail dan konkrit. Gunakan bahasa yang bagus dan grammar yang benar. Jika tidak yakin dengan isian yang ditulis, mintalah kepada mereka yang ahli dalam bahasa asing yang kamu gunakan untuk memeriksa. PERHATIAN: LOI ini sangat penting sebagai bagian paling utama dari aplikasi. So, jangan sampai salah atau kurang berisi dalam mengisi LOI. Masing-masing isian 250 karakter. Isi dengan baik.

Update, Sun, 6 Mar 2016.

Posted in BeasiswaComments (33)

Perhatian Untuk Email

Alhamdulillah, tombol “Apply” kini sudah muncul. Kalian tidak perlu lagi ngetik “https://tbbs.turkiyeburslari.gov.tr” meski tombol tersebut akan langsung mengarahkan ke laman tbbs, hehe. Sekarang, mulailah proses register terlebih dahulu.

PERHATIAN: Gunakan email yang sering dipakai dan jangan pakai email sementara seperti email kampus, email kantor, atau email main-main. Email ini akan digunakan seterusnya dan komunikasi hanya melalui email. Sudah banyak kasus email tidak valid sehingga gagal mendapatkan informasi. Cek juga SPAM, seringkali email dari YTB masuk ke SPAM. Satu email hanya bisa digunakan untuk satu pendaftar.

Setelah email terkonfirmasi, segera isi formulir yang ada selengkap mungkin. Sebelum semuanya terisi, terutama yang wajib untuk diisi (yang diberi tanda bintang merah), form aplikasi pilihan beasiswa tidak akan bisa dipilih. Jadi, isi semua terlebih dahulu ya. Semoga sukses.

Posted in BeasiswaComments (46)