Tag Archive | "indonesia-turki"

Mulai 2018 Pendaftaran YTB 3 Kali Setahun!

Ada berita menggembirakan dari Beasiswa Pemerintah Turki atau YTB. Mulai tahun 2018, pendaftaran beasiswa YTB bisa dilakukan 3 kali dalam setahun. Keputusan ini diambil setelah banyaknya peminat beasiswa YTB yang ingin mendaftar namun kelulusan mereka setelah pendaftaran ditutup sehingga harus menunggu tahun berikutnya. Tentu ini membuat peminat beasiswa harus menunggu lama. Untuk mengatasi hal ini, panitia YTB memutuskan untuk membuka pendaftaran 3 kali setahun.

Ada 3 periode, yaitu:

  1. Periode pertama pendaftaran dibuka 1 – 30 November 2017. Sedangkan pengumuman pada 15 Februari 2018.
  2. Periode kedua pendaftaran dibuka 5 Februari – 5 Maret 2018. Pengumumannya tanggal 15 Mei 2018.
  3. Periode ketiha pendaftaran dibuka pada 16 April – 14 Mei 2018. Sedangkan pengumumannya pada tanggal 24 Juli 2018.

Pembagian ini sebenarnya bukan untuk seluruh calon pendaftar, namun berdasarkan negara. Sebagai contoh dan HARAP DICATAT ya! Indonesia untuk level sarjana S1, S2, dan S3 dibuka di periode kedua dan ketiga. Detailnya sebagai berikut:

  1. Untuk level S2-S3 (Master-PhD) masuk ke dalam periode kedua yaitu: pendaftaran 5 Februari – 5 Maret, pengumuman 15 Mei 2018.
  2. Untuk level S1 (bachelor) masuk ke dalam periode ketiga yaitu: 16 April – 14 Mei 2018, sedangkan pengumumannya pada 24 Juli 2018.

Posted in BeasiswaComments (14)

Predator Konferensi di Turki

Belakangan, banyak sekali konferensi yang diadakan di Turki. Mulai dari konferensi ternama hingga konferensi yang diadakan oleh penyelenggara abal-abal. Nah, penyelenggara abal-abal itu yang seperti apa? Berikut ada rilis yang dikeluarkan oleh PPI Turki 2017.

Kami informasikan untuk para pelajar pegiat ilmiah di Turki agar dapat diteruskan ke teman, saudara, dan kolega terdekat yang memiliki ketertarikan mengikuti Konferensi Akademik di Turki.

Ciri-ciri mereka adalah:

  1. Mengutip biaya besar untuk pendaftaran konferensi, dengan dalih biaya akomodasi dan biaya wisata kota.
  2. Proses seleksi relatif mudah dan tidak mengambil waktu lama, selama pembayaran sudah final maka keikutsertaan dan penerimaan dalam konferensi bisa dipastikan.
  3. Dewan reviewer dan dewan ahli dalam konferensi biasanya asal pilih (random-picked), terkadang ada beberapa nama yang dicantumkan tanpa izin sama sekali dari pemilik nama.
  4. Acara yang diselenggarakan oleh penyelenggara konferensi biasanya diadakan di tempat yang sama, dan dalam beberapa kesempatan ada dua konferensi dengan tema berbeda yang berlangsung di tempat yang sama.
  5. Dalam satu konferensi, bahkan dalam satu panel tema makalah yang dipresentasikan tidak fokus dan sangat beragam.
  6. Acara presentasi dilaksanakan seolah-olah profesional namun tak ada feedback baik secara akademik di dalamnya.
  7. Karya ilmiah yang dikumpulkan oleh penyelenggara dijadikan dasar untuk menarik peserta selanjutnya dan menaikkan indeks “kredibilitas” penyelenggara, padahal yang dilakukan adalah predasi/upaya mengumpulkan scr masif karya2 ilmiah tsb.Cara mengenali konferensi yang genuine:
  1. Penyelenggaranya kampus atau lembaga riset yang punya legal standing yang jelas di Turki.
  2. Temanya jelas dan spesifik, begitupun dewan ahli dan reviewer yang tercantum di website, flyer dan poster (next).
  3. Tanggal untuk deadline dan penyelenggaraan jelas dan tidak berubah secara mendadak, kecuali pemberitahuan lebih lanjut
  4. Biaya pendaftaran rasional, dan biaya wisata serta akomodasi biasanya terpisah dan opsional
  5. Proses seleksi panjang dan tidak mudah, makalah tidak langsung diloloskan begitu saja
  6. Proses pembayaran baru akan dimulai ketika paper sudah diterima

Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih

Kamis, 6 April 2017

Sumber: instagram PPI Turki 2017

Posted in Tentang TurkiComments (4)

Beasiswa Untuk Mahasiswa Jalur Mandiri

Tahukah kalian, pemerintah Turki melalui program YTB menyediakan beasiswa bagi mereka yang kuliah di Turki tetapi tidak melalui atau mendapatkan beasiswa apapun alias biaya sendiri? Jadi, bagi mereka yang kuliah dengan biaya sendiri, bisa ikut dalam program beasiswa ini.

Pengumuman tentang beasiswa ini setiap tahun, namun jadwalnya kurang pasti. Besarnya beasiswa pun bervariasi. Namun, insyaAllah cukup dan mungkin bisa lebih.

Jadi, siapa bilang kuliah di Turki dengan biaya sendiri itu susah. No! Banyak juga beasiswa lain, khususnya dari kampus-kampus yang menyediakan beasiswa bagi pelajar berprestasi. Bahkan, sampai full.

Posted in BeasiswaComments (1)

Beasiswa Turki 2016/2017 Telah Dibuka! (Master dan PhD)

The application period for 2017/18 Türkiye Scholarships Graduate Programs will begin on 16 January! Check the application requirements for our Graduate Programs! Be ready for it!

Besok aplikasi dokumen beasiswanya sudah dibuka! Jangan lupa untuk ikuti aturan main seperti yang ada dalam grafik di atas. Semoga sukses! 🙂

Posted in BeasiswaComments (50)

Tips Untuk Yang Lolos Beasiswa YTB

Pertama-tama, kami mengucapkan selamat kepada kalian yang lolos beasiswa YTB. Dari puluhan ribu orang dan persaingan ratusan calon awardee di Indonesia, kalianlah yang diterima dengan berbagai pertimbangan. sekali lagi, selamat!

Nah, di sini kami coba untuk memberikan tips apa yang harus kamu lakukan setelah mendapatkan Kabul Mektubu (Offer of Scholarship).

  1. Yang pertama kali harus kamu lakukan setelah mendapatkan Kabul Mektubu, tentu sujud syukur! Hehe. Ini serius, karena tidak semua orang mendapatkan email ini. Kamu adalah orang beruntung yang diberikan kesempatan untuk belajar di Turki dengan beasiswa penuh dari pemerintah Turki. Oleh sebab itu, ini wajib kamu lakukan pertama kali.
  2. Baca dengan teliti keterangan yang ada di Kabul Mektubu. Biasanya akan diberikan dua bahasa; pertama bahasa Turki, kedua bahasa Inggris. Nah, baca dengan teliti yang berbahasa Inggris. Terutama bagian 1) Departemen dan jurusan kamu 2) Bahasa pengantar yang digunakan 3) Jadwal ke Kedubes dan pembuatan visa, pasti ada tanggal yang diberikan 4) Dokumen yang wajib kamu bawa saat ke Kedubes Turki di Jakarta, jangan sampai terlupa terutama untuk kamu yang tinggal di luar Jakarta 5) Proses berikutnya setelah kamu datang ke Kedubes,
  3. Untuk yang belum pernah ke luar negeri, biasanya belum memiliki paspor. Perlu kamu ketahui, paspor ini wajib untuk dimiliki dan untuk buatnya kamu yang sendiri yang urus. Biaya tidak ditanggung oleh YTB. Proses pembuatan biasanya 5 hari kerja dengan biaya sekitar Rp. 280 ribu. Kalau nanti ditanya oleh petugas imigrasi untuk apa membuat paspor, bilang saja untuk kuliah di luar negeri.
  4. Normalnya, mayoritas bahasa pengantar yang digunakan oleh perguruan tinggi di Turki adalah bahasa Turki. Sekalipun kamu ditempatkan di kampus yang berbahasa Inggris, kemampuan bahasa Turkimu tetap harus dimiliki. Oleh sebab itu, tahun pertama kamu akan mengikuti kelas bahasa di kota masing-masing. Kalau ada yang tidak terima atau tidak sreg dengan bahasa Turki, kami sarankan agar dari awal sudah memikirkan matang-matang mengenai kuliah di Turki, karena kamu akan kesulitan untuk adaptasi di Turki kalau tidak bisa bahasa mereka. Dan kebanyakan akan menyerah. So, kalau ga siap untuk belajar bahasa Turki, lebih baik dari awal dipikirkan matang-matang.
  5. Sebelum mengklik “accept” this scholarship, lebih baik kamu pikirkan matang-matang dan melakukan riset kecil-kecilan di internet mengenai kampus dan jurusan yang akan kamu masuki. Mayoritas informasi yang ada dalam bahasa Turki. Tenang, kamu bisa tanya ke mereka yang sedang belajar di Turki. Tipsnya: jangan langsung percaya apa yang ada di internet, karena tidak selamanya sesuai dengan pengalaman. Ini juga penting; pastikan kamu komitmen untuk kuliah menggunakan beasiswa ini, sebab kalau main-main akan berdampak pada pemotongan kuota untuk penerima beasiswa berikutnya. Ini tentu merugikan mereka yang serius hendak belajar di Turki.
  6. Datanglah pada waktu yang telah ditentukan dalam Kabul Mektubu. Misal, kamu diminta datang untuk verifikasi berkas pada tanggal 9 – 25 September 2016, maka datangnlah di antara tanggal tersebut karena ofisial Kedubes hanya akan stand by pada tanggal sekian. Bagaimanapun caranya jangan sampai terkendala. In case ada kendala teknis yang membuat kamu tidak bisa datang pada tanggal tersebut, segera komunikasikan dengan pihak ofisial Kedubes.
  7. Selain proses verifikasi, kamu juga akan mengajukan student visa 365 hari. Sebelum nanti mendapatkan residence permit (izin tinggal), visa student itulah yang akan kamu gunakan untuk masuk-keluar Turki dengan masa berlaku 365 hari (1 tahun). Dalam masa itu, yakni sekitar 1-3 bulan setelah kedatangan, kamu akan melakukan apply residence permit ke instansi terkait. Proses untuk mendapatkannya sekitar 1-3 bulan. Biaya untuk aplikasi student visa sekitar Rp. 750rb. Selain itu, nanti akan ada biaya legalisasi dokumen di Kedubes sekitar Rp. 350rb untuk 5-6 lembar dokumen. So, dipersiapkan sejumlah uang untuk di Kedubes Turki nanti ya.
  8. Dokumen yang kamu bawa harus dalam bahasa Inggris. Jika sudah ada terjemahan dari kampus atau sekolah, itu tidak perlu lagi diterjemahkan. Kalau belum, kamu harus menerjemahkannya menggunakan penerjemah tersumpah. Sworn translator ini bisa kamu temukan di banyak tempat; ada juga yang online. Harganya juga bervariatif dari mulai Rp. 30ribu sampai Rp. 75rb perlembar. Tapi normalnya Rp. 50rb/lembar. Kalau sekolah atau kampus kamu bisa mengusahakan agar membantu menerjemahkan, itu lebih bagus. Gratis, hehe. Kalau untuk terjemahan Turki, nanti setelah tiba di Turki sebelum pendaftaran ke kampus, kamu akan diminta untuk menerjemahkan seluruh dokumen kamu seperti ijasah, transkrip, paspor, dll yang diminta ke bahasa Turki menggunakan penerjemah tersumpah. Bahkan ada beberapa kampus yang meminta agar disegel notaris. Sebenarnya tanpa notaris pun tidak perlu. Tapi ada beberapa kampus yang menyaratkan agar menggunakan notaris. Ingat ya, notaris ini bukan untuk menerjemahkan, tapi mereka melegalisasi terjemahan kamu menjadi resmi. Itu saja.

Update: 16 September 2016.

Posted in BeasiswaComments (17)

Turki Amankah Untuk Belajar? Tanya Kami Di sini! :)

Banyaknya pemberitaan negatif mengenai kondisi di Turki tentu membuat orang tua calon mahasiswa yang hendak belajar ke Turki menjadi was-was. Hal ini wajar terjadi mengingat mereka tentu menginginkan anak-anaknya belajar dengan tenang di tempat yang aman. Ketika anak-anak mereka sangat ingin kuliah di Turki, lalu mendengar berita negatif mengenai Turki, timbullah keraguan dan halangan perizinan ke Turki. Di sinilah pentingnya agar kita semua, termasuk para orang tua, memahami apakah benar Turki aman untuk kuliah?

Dalam postingan ini, kami akan menjawab secara singkat bahwa Turki sangat aman untuk pelajar asing. Bahkan, saat ini mulai banyak kampus-kampus di Turki yang mulai menerapkan kelas internasional, maksudnya murni berbahasa Inggris, dalam pengantar perkuliahan. Seperti yang sering kami sebutkan bahwa pada dasarnya mayoritas kampus di Turki menggunakan bahasa Turki sebagai pengantar. Itulah sebabnya dalam setahun pertama di Turki, mahasiswa baru akan mendapatkan pelajaran mengenai bahasa Turki. Setelah itu baru perkuliahan normal. Meski demikian, ada juga kampus yang dari awal menggunakan bahasa Inggris. Anyway, ini berarti Turki semakin welcome dengan mahasiswa asing. Tentu saja, keamanan dan kenyamanan adalah sumber keuntungan bagi Turki karena akan mendatangkan persepsi baik dan memancing orang agar terus datang ke Turki. Sebab itu, pemerintah Turki sangat peduli akan hal ini.

Memang tidak dapat dipungkiri bahwa persoalan internal di Turki seperti politik, ekonomi, keamanan pasti mempengaruhi kehidupan sosial, termasuk kehidupan perkuliahan. Tapi secara umum, tidak berdampak langsung ke perkuliahan itu sendiri. Perkuliahan dan mahasiswa asing mendapatkan dampak tidak langsung seperti rasa was-was dan tidak aman. Itulah sebenarnya yang diinginkan oleh orang-orang yang tidak suka Turki, yaitu agar orang takut ke Turki dan membuat perekonomian kacau-balau. Kondisi ini juga banyak di pelbagai negara, misalnya Eropa dan Amerika. Meski dalam kasus yang berbeda, persoalan keamanan juga terjadi di sana, seperti masalah penembakan, terorisme, dsb. Jadi di semua tempat persoalan juga pasti ada. Tinggal bagaimana kita menyikapi persoalan tersebut.

Nah, sekarang di postingan ini, kami membuak kesempatan kepada kalian semua untuk bertanya apapun terkait keamanan di Turki. Seperti apakah ada rasisme, persoalan pelajar, kehidupan pelajar bagaimana, dsb? Silakan! Kami akan jawa semampunya. 🙂

Posted in Tentang TurkiComments (33)

Untuk Yang Lolos Jadwal Interview: Selamat!

Kami mengucapkan selamat kepada kalian yang lolos jadwal interview. Semoga bisa dipersiapkan dengan baik.

Kalau ada pertanyaan seputar trik, dokumen, dsb mengenai interview, bisa kalian tanyakan di postingan ini ya. Semoga kamu bisa membantu semaksimal mungkin.

Sekali lagi, semangat dan dipersiapkan segalanya!

Posted in BeasiswaComments (73)

Türkiye Bursları (Application and FAQ) by Asma Hanifah

Hai, yang sedang berjuang mengisi aplikasi atau bahkan mungkin baru tahu mengenai beasiswa Pemerintah Turki (YTB), berikut ada postingan paling gresh dari Asma Hanifah tentang bagaimana daftarnya dan tentu FAQ. Meski sudah sering kali kami jawab pertanyaan yang sama, tapi insyaAllah kami ga bosan ngejawab, demi kalian. Ya, kalian! :p

Oke, langsung aja dibaca full ya. Kalau belum ada pertanyaan di sini, kalian segera meluncur ke Update Pertanyaan 2016. Jangan lupa juga untuk mampir dan baca-baca ke blog pribadi Asma Hanifah yang kece badai.  Semoga bermanfaat, iyi basarılar!


 

Günaydın. Herkese selamlar 🙂

By the way, pendaftaran Turkiye Burslari (YTB) sudah dibuka sejak beberapa hari lalu (29 Februari 2016). Mungkin beberapa dari kalian sudah mulai mendaftar, ya? Atau masih ada yang masih berjuang melengkapi berkas?. Untuk yang sedang berusaha apply, semoga terus diberi kelancaran, ya sampai application-nya berhasil di-submit. Dan untuk yang masih kesana-sini mengurus kelengkapan berkas, jangan khawatir, masih ada banyak waktu.

Well, sudah sejak lama YTB melakukan perbaikan terus-menerus di website. Terbukti dengan pendaftaran yang benar-benar berbeda pada tahun ini jika dibedakan dengan tahun 2014, ketika aku mendaftar.

Pada tahun ini, di website tidak terdapat pilihan “APPLY” atau “Başvuru Yap”, tapi application dilakukan dengan meng-klik “Student Sign-In” pada deretan pilihan di bagian bawah. Jika kalian merasa bingung karena website berbahasa Turki, bahasa bisa dirubah ke bahasa Inggris dengan meng-klik bendera United Kingdom di pojok kanan atas.

başvuru
Setelah meng-klik “Student Sign-In“,
nm
Klik Register jika kalian belum pernah membuat akun ini sebelumnya. And what you’ll see is..
dJika kalian tidak bisa melihat dengan jelas tulisan-tulisan pada gambar diatas, disana ada Name, Middle Name, Surname, Gender, Nationality/Citizenship, Email, Password, dan Verification Code. Semua kolom wajib diisi kecuali bagian Middle Name. Jika nama kalian hanya memiliki satu kata, misal: Hartina (that’s my high school friend’s name anyway), kalian harus mengisi kolom Surname masih dengan nama kalian (Hartina Hartina) atau tulis nama ayah kalian (Hartina Imran).

Banyak sekali yang menanyakan soal permasalahan kepenulisan Name dan Surname ini. Tahun 2014, aku diberitahu untuk menulis ke-tiga kolom nama. Karena namaku hanya dua kata (Asma Hanifah), aku juga bingung bagaimana mengisi kolom surname dan seorang guru bilang, isi saja dengan nama ayah, dan namaku disini sekarang adalah Asma Hanifah Ahmad.

Nama di ijazah SMA kamu kan Asma Hanifah, apa ngga akan jadi masalah?
Pasti, kemungkinan akan terjadi masalah karena perbedaan nama ini pasti ada. Tapi untungnya, sampai sekarang, tidak ada masalah yang aku hadapi karena nama belakang. Dan semoga saja tidak sampai kelulusan nanti (Aaaamiiiin..)

Well, I talked much about name. So, let’s continue.
Untuk email, kamu boleh menggunakan email apa saja (Yahoo, Rocketmail, dsb), tapi dianjurkan untuk menggunakan Gmail dengan alasan yang aku tidak mengerti (sorry for that). Sama seperti dianjurkan untuk menggunakan Google Chrome untuk apply dengan alasan bahwa doi adalah browser terbaik dunia untuk saat ini.

Setelah selesai mengisi form di atas, kalian akan diminta untuk mengaktifkan akun lewat email yang langsung terkirim ke email kalianJadi pastikan kalau email yang kalian gunakan adalah email aktif (masih kalian gunakan atau tidak lupa password-nya)

th

Jadi, namaku disini adalah Alyana Hanifah. Walaupun form yang kalian gunakan adalah form Bahasa Inggris, email yang terkirim akan berbahasa Turki seperti di atas. Disana tertulis ucapan terima kasih karena telah memilih Türkiye Bursları, disarankan untuk membaca panduan mendaftar (Başvuru Kılavuz, ada di halaman depan website), dan untuk menyelesaikan proses pendaftaran, kalian harus meng-klik tıklayınız (EN: click here).

Selah itu, kalian akan log in ke dalam sistem  dengan email dan password yang tadi kalian tulis. Dan nantinya, akan tampak seperti halaman di bawah:

hdKalian harus mengisi semua yang ada di atas untuk bisa Submit. Tentu saja.

Seringkali terjadi kesulitan ketika mengunggah gambar. Jangan khawatir dan buru-buru, hal itu biasa terjadi karena beasiswa ini ditawarkan ke lebih dari 100 negara. Jadi ada ribuan orang yang mendaftar dan karena itu sistem kadang bermasalah. Tapi apapun itu, kalian jangan menyerah. Kalian bisa melengkapi bagian yang lain dan melanjutkannya lagi nanti.

Saatnya FAQ..
Sebagai penerima beasiswa YTB, secara tidak langsung kami adalah duta merka untuk menjawab banyak sekali pertanyaan teknis dan non-teknis mengenai beasiswa ini. Dan di antaranya adalah sebagai berikut. Semoga bisa menjawab pertanyaan kalian juga, ya

  1. Asma dari mana bisa tahu soal beasiswa Turki? Browsing sendiri apa udah punya channel disana apa gimana?
    Aku tahu soal beasiswa ini dari seorang guru yang waktu itu mengumpulkan seluruh siswa kelas 12 dan kemudian memberitahukan soal beasiswa ini (baca: You’ll Find The Way). Channel yang aku punya adalah kakak-kakak senior yang terus membantu menjawab pertanyaan hingga akhirnya kami tiba di Turki dan masih terus membantu hingga sekarang.
  2. Kamu pilih jurusan apa disana? Dan kenapa milih jurusan itu?
    Alhamdulillah aku disini kuliah S1 jurusan Jurnalistik di Istanbul University. Kuliahnya full Turkish. Susah? I’d frankly say YES. Tapi disitulah letak berjuangnya. Kalau banyak baca, menulis, banyak praktek bahasa, dan bertanya, semakin lama akan semakin baik.
    Kenapa Jurnalistik? Karena waktu itu aku sudah memilih Islamic Theology karena aku sekolah di pesantren waktu itu. Tapi entah apa masalahnya waktu itu tidak bisa submit dan Abi yang memang dari awal tidak setuju aku memilih Islamic Theoloy dengan alasan “Udah ke Turki, sekalian aja yang sosial..” akhirnya menyarankan Journalism dan voila.
  3. Ada tes apa aja?
    Untuk beasiswa ini kamu hanya harus mengisi form pendaftaran yang di dalamnya kalian mengunggah transkip nilai, sertifikat prestasi akademik, menulis esai, dan sebagainya. Kurang lebih satu bulan kemudian, kamu akan mendapat email pemberitahuan apakah berkas kamu diterima atau tidak. Jika diterima, akan langsung mendapat undangan wawancara di Kedubes Turki di Jakarta. Setelah itu barulah keputusan akhir apakah kamu diterima atau tidak.
  4. Apa aja yang ditanya pas wawancara?
    Biasanya akan ada tiga orang interviewer. Mereka akan bertanya soal diri kita, hobi, minat dan sebagainya. Lalu alasan memilih Turki, apakah apply ke tempat lain selain ke Turki, rencana kedepannya, dan lain-lain yang semuanya tidak jauh berbeda dengan esai yang ada di application.
  5. Apa harus pinter bahasa Inggris?
    Menurutku, untuk esai soal gramatikal bukanlah hal utama yang mereka lihat. Intinya adalah mereka bisa langsung memahami apa yang kamu maksud dari esai kamu. Dan untuk wawancara juga begitu, persoalan gramatikal bukanlah yang utama. Yang terpenting adalah kalian mengerti apa yang mereka tanyakan, mampu menjawab dengan baik, dan mereka pun bisa puas dengan jawaban itu.
  6. Essay yang harus ditulis soal apa aja?
    Biasanya, pertanyannya menyangkut hal-hal berikut:
    – Kenapa kamu memilih untuk melanjutkan studi di Turki?
    – Alasan kamu memilih jurusan, apa hal penting dari jurusan itu dan hubungannya dengan sekolah atau pekerjaan kamu sekarang. Dan apa kontribusimu disana nanti.
    – Rencanamu setelah lulus
  7. Wajib punya TOEFL ya?
    Untuk hasil TOEFL dan sejenis, itu adalah optional. Boleh dilampirkan, boleh juga tidak. Tapi jika jurusan yang kalian ingin jurusan yang berbahasa Inggris, lebih baik dilampirkan.
  8. Untuk rata-rata nilai minimal berapa ya?
    70% dari 100 untuk rata-rata semester dan transkip keseluruhan. Dan 90% untuk jurusan kedokteran dan sejenis.
  9. Apa aja yang ditanggung beasiswa?
    Sudah aku tulis di postingan sebelumnya (Mari Bersiap)
  10. Apa ada jurusan keagamaan? Pakai bahasa apa?
    Ada. Islamic Theology atau Ilahiyyat. Di Turki belum ada penujurusan yang lebih spesifik untuk Tafsir Qur’an, Hadits dan sebagainya. Jurusan ini yang terbaik ada di Marmara University. Bahasa yang digunakan ada bahasa Turki, bahasa Inggris dan bahasa Arab, tergantung mata kuliahnya.
  11. Aku baru UN bulan April, sedangkan di application diminta ijazah. Itu gimana?
    Bisa menggunakan certificate of student status yaitu yang menerangkan bahwa kamu akan lulus pada bulan tersebut di tahun 2016. Ditanda tangani oleh kepala sekolah dan dibubuhi cap sekolah.
  12. Gimana cara bikin Cerficate of Student Status?
    We all know about this almost-knows-about-everything Uncle, right?. Yep! Uncle Google!
  13. Apakah transkip nilai dan ijazah harus diterjemah oleh penerjemah tersumpah?
    Ketika mendaftar, tidak perlu diterjemah oleh penerjemah tersumpah. Kalau sekolah tidak memfasilitasi untuk membuat trankip bahasa Inggris, kamu cukup membuat sendiri dan minta disahkan kepada sekolah. (baca: Mari Bersiap)
    Barulah ketika nanti mengurus visa, kamu perlu berkas yang diterjemahkan oleh sworn translator.
  14. Tips memilih jurusan dong
    Jangan memilih jurusan berdasarkan peluang yang ada. Beberapa pernah ada yang bertanya “jurusan apa yang paling mudah untuk diterima”. Jujur saja aku tidak menyukai pertanyaan sejenis itu. Seolah ingin kuliah dengan jurusan apapun, asalkan itu di Turki (what?). Lebih baik pilih jurusan yang sesuai dengan minat dan kemampuan.
    Ada yang bilang bahwa lebih mudah untuk diterima di universitas di kota-kota kecil seperti Sakarya, Kocaeli, Yalova, dsb. Tapi kamu akan memilih 12 pilihan. Pilih saja beberapa di kota besar. Kemungkinannya tetap 50:50.
  15. Apa bisa banting setir pas milih jurusan? Misalnya dari IPA ke keagamaan
    Selalu ada kemungkinan untuk itu. Misalnya, aku sekolah di pesantren. Tapi ketika disini, aku diterima di jurusan sosial. Atau ada lagi temanku yang belajar di jurusan IPA ketika SMA dan menerima jurusan Political Sciences disini. Padahal dia hanya memilih satu pilihan untuk itu dan 11 lainnya adalah jurusan teknik.
    Yang diperlukan adalah kamu meyakinkan mereka bahwa kamu pantas dan cocok dengan jurusan itu.
  16. Berapa uang yang diperlukan untuk berangkat ketika sudah diterima nanti?
    Waktu itu aku cuma membawa sekitar 3-4 juta rupiah. Cukup untuk satu bulan pertama ketika beasiswa memang belum diberikan. Keperluan awal yang penting adalah membeli nomor telepon, registrasi handphone, beli istanbulkart atau sejenis (kartu untuk hampir seluruh transportasi umum di Istanbul), mengurus ressident permit.
    İnşaallah aku akan menulis soal apa saja yang harus dipersiapkan ketika akan berangkat (terutama ke Istanbul).
  17. Apa monthly allowance yang dikasih cukup?
    Cukup. Walaupun misalnya biaya hidup di kota besar seperti Istanbul mahal, masih ada sisa untuk ditabung. Apalagi kalau kamu bukan shopaholic atau bookworm yang maunya beli dan beli lagi. Untuk kebutuhan standar tiap bulan adalah uang transport, makan siang, dan pulsa.

Baiklah, mungkin cuma ini yang bisa aku tulis. Ada banyak sekali blog senior yang menjelaskan dengan detail soal beasiswa ini. Yang diperlukan adalah keaktifan kita untuk MEMBACA sebelum BERTANYA. Jangan menjadi orang yang berpola pikir “kenapa membaca kalau bisa bertanya langsung?”. Jadilah pejuang beasiswa yang mandiri!

Kalau ada pertanyaan lain yang tidak ada jawabannya di atas atau di blog/website lain, just simply write it on the comment below 🙂

Thank you.
Teşekkürler.

Posted in Beasiswa, KolomComments (164)