Tips Untuk Yang Lolos Beasiswa YTB

Pertama-tama, kami mengucapkan selamat kepada kalian yang lolos beasiswa YTB. Dari puluhan ribu orang dan persaingan ratusan calon awardee di Indonesia, kalianlah yang diterima dengan berbagai pertimbangan. sekali lagi, selamat!

Nah, di sini kami coba untuk memberikan tips apa yang harus kamu lakukan setelah mendapatkan Kabul Mektubu (Offer of Scholarship).

  1. Yang pertama kali harus kamu lakukan setelah mendapatkan Kabul Mektubu, tentu sujud syukur! Hehe. Ini serius, karena tidak semua orang mendapatkan email ini. Kamu adalah orang beruntung yang diberikan kesempatan untuk belajar di Turki dengan beasiswa penuh dari pemerintah Turki. Oleh sebab itu, ini wajib kamu lakukan pertama kali.
  2. Baca dengan teliti keterangan yang ada di Kabul Mektubu. Biasanya akan diberikan dua bahasa; pertama bahasa Turki, kedua bahasa Inggris. Nah, baca dengan teliti yang berbahasa Inggris. Terutama bagian 1) Departemen dan jurusan kamu 2) Bahasa pengantar yang digunakan 3) Jadwal ke Kedubes dan pembuatan visa, pasti ada tanggal yang diberikan 4) Dokumen yang wajib kamu bawa saat ke Kedubes Turki di Jakarta, jangan sampai terlupa terutama untuk kamu yang tinggal di luar Jakarta 5) Proses berikutnya setelah kamu datang ke Kedubes,
  3. Untuk yang belum pernah ke luar negeri, biasanya belum memiliki paspor. Perlu kamu ketahui, paspor ini wajib untuk dimiliki dan untuk buatnya kamu yang sendiri yang urus. Biaya tidak ditanggung oleh YTB. Proses pembuatan biasanya 5 hari kerja dengan biaya sekitar Rp. 280 ribu. Kalau nanti ditanya oleh petugas imigrasi untuk apa membuat paspor, bilang saja untuk kuliah di luar negeri.
  4. Normalnya, mayoritas bahasa pengantar yang digunakan oleh perguruan tinggi di Turki adalah bahasa Turki. Sekalipun kamu ditempatkan di kampus yang berbahasa Inggris, kemampuan bahasa Turkimu tetap harus dimiliki. Oleh sebab itu, tahun pertama kamu akan mengikuti kelas bahasa di kota masing-masing. Kalau ada yang tidak terima atau tidak sreg dengan bahasa Turki, kami sarankan agar dari awal sudah memikirkan matang-matang mengenai kuliah di Turki, karena kamu akan kesulitan untuk adaptasi di Turki kalau tidak bisa bahasa mereka. Dan kebanyakan akan menyerah. So, kalau ga siap untuk belajar bahasa Turki, lebih baik dari awal dipikirkan matang-matang.
  5. Sebelum mengklik “accept” this scholarship, lebih baik kamu pikirkan matang-matang dan melakukan riset kecil-kecilan di internet mengenai kampus dan jurusan yang akan kamu masuki. Mayoritas informasi yang ada dalam bahasa Turki. Tenang, kamu bisa tanya ke mereka yang sedang belajar di Turki. Tipsnya: jangan langsung percaya apa yang ada di internet, karena tidak selamanya sesuai dengan pengalaman. Ini juga penting; pastikan kamu komitmen untuk kuliah menggunakan beasiswa ini, sebab kalau main-main akan berdampak pada pemotongan kuota untuk penerima beasiswa berikutnya. Ini tentu merugikan mereka yang serius hendak belajar di Turki.
  6. Datanglah pada waktu yang telah ditentukan dalam Kabul Mektubu. Misal, kamu diminta datang untuk verifikasi berkas pada tanggal 9 – 25 September 2016, maka datangnlah di antara tanggal tersebut karena ofisial Kedubes hanya akan stand by pada tanggal sekian. Bagaimanapun caranya jangan sampai terkendala. In case ada kendala teknis yang membuat kamu tidak bisa datang pada tanggal tersebut, segera komunikasikan dengan pihak ofisial Kedubes.
  7. Selain proses verifikasi, kamu juga akan mengajukan student visa 365 hari. Sebelum nanti mendapatkan residence permit (izin tinggal), visa student itulah yang akan kamu gunakan untuk masuk-keluar Turki dengan masa berlaku 365 hari (1 tahun). Dalam masa itu, yakni sekitar 1-3 bulan setelah kedatangan, kamu akan melakukan apply residence permit ke instansi terkait. Proses untuk mendapatkannya sekitar 1-3 bulan. Biaya untuk aplikasi student visa sekitar Rp. 750rb. Selain itu, nanti akan ada biaya legalisasi dokumen di Kedubes sekitar Rp. 350rb untuk 5-6 lembar dokumen. So, dipersiapkan sejumlah uang untuk di Kedubes Turki nanti ya.
  8. Dokumen yang kamu bawa harus dalam bahasa Inggris. Jika sudah ada terjemahan dari kampus atau sekolah, itu tidak perlu lagi diterjemahkan. Kalau belum, kamu harus menerjemahkannya menggunakan penerjemah tersumpah. Sworn translator ini bisa kamu temukan di banyak tempat; ada juga yang online. Harganya juga bervariatif dari mulai Rp. 30ribu sampai Rp. 75rb perlembar. Tapi normalnya Rp. 50rb/lembar. Kalau sekolah atau kampus kamu bisa mengusahakan agar membantu menerjemahkan, itu lebih bagus. Gratis, hehe. Kalau untuk terjemahan Turki, nanti setelah tiba di Turki sebelum pendaftaran ke kampus, kamu akan diminta untuk menerjemahkan seluruh dokumen kamu seperti ijasah, transkrip, paspor, dll yang diminta ke bahasa Turki menggunakan penerjemah tersumpah. Bahkan ada beberapa kampus yang meminta agar disegel notaris. Sebenarnya tanpa notaris pun tidak perlu. Tapi ada beberapa kampus yang menyaratkan agar menggunakan notaris. Ingat ya, notaris ini bukan untuk menerjemahkan, tapi mereka melegalisasi terjemahan kamu menjadi resmi. Itu saja.

Update: 16 September 2016.

12 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *